Minggu, 23 Desember 2012

Polisi Tewas Sepanjang Tahun 2012

Sebanyak 28 polisi tewas  dan 12 lainnya  luka-luka saat   menjalankan  tugas  di  sepanjang 2012. Sebagian besar polisi yang tewas, 23 polisi adalah polisi jajaran bawah akibat dibunuh pelaku kriminal.

"Angka ini mengalami kenaikan jika dibandingkan tahun 2011, yang jumlah polisi tewas saat bertugas hanya 20 orang," ujar Neta S Pane, Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) dalam keterangan tertulisnya kepada Tribunnews.com, Minggu (23/12/2012) kemarin.

Tragisnya, selama 2012 ini ada empat polisi yang dibakar massa. Dua diantaranya tewas dan dua lainnya luka-luka. Menurut Neta, padahal sebelumnya, aksi pembakaran terhadap polisi ini tidak pernah terjadi.

"Tren lainnya adalah dua polisi melakukan aksi bunuh diri di tempat tugasnya, di kantor polisi. Selain itu ada dua polisi tewas ditembak rekannya sendiri," kata Neta.



Brigadir Anumerta Winarto korban penembakan teroris di Poso, Sulawesi Tengah


Dari data IPW sepanjang 2012, Papua merupakan daerah paling rawan bagi kepolisian. Ada delapan peristiwa konflik orang tak dikenal dengan polisi di Papua yang menewaskan 10 polisi.

Posisi daerah terawan kedua adalah Sulawesi Tengah. Ada lima peristiwa konflik polisi dengan orang tak dikenal yang menyebabkan lima polisi tewas. Daerah terawan ketiga adalah Solo, Jawa Tengah. Di daerah ini ada empat konflik polisi dengan orang tak dikenal yang menewaskan dua polisi dan empat luka-luka.

Sejak awal 2012, IPW sudah memprediksi bahwa polisi akan menjadi sasaran dari para pelaku kejahatan, baik teroris maupun kriminal lainnya. Untuk itu Polri harus segera introspeksi dan berbenah, melatih jajaran bawahnya dengan maksimal, membenahi psikologi dan stabilitas emosional personilnya serta meningkatkan kualitas pendidikan di SPN.

"Jangan hanya 3 bulan-5 bulan, seperti sekarang ini, minimal dua tahun agar polisi-polisi di jajaran bawah bisa benar-benar terlatih dan profesional, terutama menghadapi para pelaku kriminal," katanya. Sumber

1 komentar:

Annur Diana mengatakan...

Kenapa jadi begini Indonesia ya om, cepet marah, cepet ngamuk dan saliing membalas satu sama lain. Untuk kejadian polisi korabn teroris ini, aku pribadi mengucapkan bela sungkawa, tapi perlu juga dari pihak kepolisian untuk berbenah dalam mengatasi kasus ini. Paling tidak teori aksi sama reaksi itu mutlak dalam Fisika..YA, beresin kasusnya, juga beresin kenapanya? gitu kali om komentarnya.